Partner

Pusat Pembelajaran Terbuka Regional SEAMEO (SEAMOLEC) adalah salah satu dari 26 divisi di bawah naungan Organisasi Pendidikan Menteri Asia Tenggara (SEAMEO) yang fokus di bidang Pembelajaran Terbuka dan Jarak Jauh (ODL).

Karena berbagai program yang menjadi tugas intinya, seperti; pelatihan, konsultasi, penelitian dan pengembangan, dan penyebaran informasi, SEAMOLEC membantu Negara Anggota SEAMEO untuk menemukan solusi alternatif untuk meningkatkan kualitas karyawannya melalui Pembelajaran Terbuka dan Jarak Jauh (ODL).

Tujuan SEAMOLEC adalah untuk menjalankan program-program yang relevan yang responsif terhadap kebutuhan nasional dan regional saat ini melalui pemanfaatan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

Untuk mencapai visi dan misinya, dan juga untuk terus memberikan layanan yang baik untuk kawasan ini, SEAMOLEC sangat tertarik untuk membangun sistem jaringan yang lebih kuat melalui kemitraan dan sinergi dengan pihak terkait lainnya. Hanya dengan jaringan dan kemitraan yang baik, sehingga akan terus tumbuh lebih besar di masa depan.



Semua Murid Semua Guru (SMSG) adalah inisiatif yang mengambil peran menjadi katalisator perubahan dalam dunia pendidikan Indonesia melalui berbagai upaya:

1. Membangun kesadaran di masyarakat mengenai isu-isu pendidikan, serta praktik baik dari gerakan dan program pendidikan.

2. Menjadi simpul komunikasi dan informasi bagi komunitas dan organisasi pendidikan.

3. Mendorong terjadinya kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan dan inisiatif publik di bidang pendidikan.

Untuk mencapai visi dan misinya, SMSG membentuk dan membangun jaringan publik berdaya yang belajar, bergerak, dan bermakna barengan; salah satunya jaringan komunitas dan organisasi pendidikan. Jaringan SMSG bersifat terbuka dan tidak berafiliasi dengan golongan, agama, atau partai politik apa pun.

Awalnya Semua Murid Semua Guru ini terbentuk melalui acara Pesta Pendidikan pada 2 Mei 2016 yang tujuannya menciptakan ruang bagi komunitas dan organisasi pendidikan untuk saling mengenal dan berbagi praktik baik, juga mendorong peningkatan kesadaran publik akan isu dan program pendidikan. Puncak acara Pesta Pendidikan 2016 adalah Festival Semua Murid Semua Guru dengan jumlah komunitas dan organisasi yang terlibat 112. Pesta Pendidikan kembali dilakukan pada 2017 di 5 kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Ambon, dengan melibatkan 250 komunitas dan organisasi, 5 kementerian dan lembaga, 31 media, 500 sekolah, serta puluhan ribu guru, orangtua, dan siswa. Rangkaian acara dan kegiatan Pesta Pendidikan 2017 semakin menunjukkan pentingnya wadah komunikasi dan koordinasi semua pemangku kepentingan yang peduli pada pendidikan. Sejak bulan Juli 2017, terbentuk tim pengurus Jaringan SMSG yang memfasilitasi komunikasi dan kegiatan rutin bagi anggota jaringan dalam sebuah rangkaian program.

Hingga Juni 2018, jaringan komunitas dan organisasi SMSG merambah ke kota Surabaya dan Palembang, dengan total anggota sebanyak 400 komunitas/organisasi.

Inisiator: Najelaa Shihab
Kepala Divisi Program Jaringan: Widita Kustrini
Kepala Divisi Pelibatan Publik: Farli Sukanto
Pelibatan Publik: Nadia Iffatul Ulya
Kepala Divisi Data: Siti Nur Andini
Kepala Penggalangan Dana: Yulia Indriati



Platform pembelajaran bahasa isyarat pertama yang interaktif. Belajar langsung dengan teman Tuli untuk dapat membantumu berkomunikasi dalam bahasa isyarat Indonesia!

Belajar dan Berdaya
Melalui berbagai modul pembelajaran dan balai latihan kerja penyandang disabilitas dapat berlatih untuk siap bekerja.

Kerja untuk Setara
Ayo bersama-sama berjuang untuk mencapai kesetaraan dalam bekerja. Kita buktikan bahwa penyandang disabilitas mampu untuk bekerja!

Aksesibel
Aksesibilitas adalah prioritas di Parakerja. Karena kita bisa dengan aksesibilitas yang tepat.

Jaringan yang Luas
Berbagai organisasi disabilitas, sekolah luar biasa, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta siap untuk bekerjasama dengan Parakerja untuk menyelesaikan permasalahan pengangguran disabilitas.



Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisai guru yang diinisiasi sejak tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia dibawah kepemimpinan Ahmad Rizali Dan secara resmi berbadan hukum pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009 dengan Ketua Umum Satrian Dharma dan Sekjen Muhammad Ihsan dari Jatim serta Indra Djati Sidi dari Jabar sebagai Ketua Dewan Pembina.

Kepengurusan baru 2016-2021 juga telah terdaftar di kementerian hukum dan ham dengan surat keputusan nomor AHU-0000308.A.H.01.08.Tahun 2016 dengan Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim dari Sulsel dan Sekjen Mampuono dari Jawa TengahIGI lahir dari keprihatinan akan rendahnya kompetensi guru Indonesia, pemerintah dalam kajian berbagai pihak dianggap belum sukses mengangkat kompetensi guru, sementara organisasi guru yang ada saat itu tak berbuat apapaun dalam rangka peningkatan kompetensi guru.

Sejak mendapat pengesahan resmi dari pemerintah sebagai organisasi guru, IGI terus berkonsentrasi penuh pada peningkatan kompetensi guru. Bagi IGI, ujung pangkal dari semua persoalan pendidikan di Indonesia ada pada rendahnya kompetensi guru Indonesia baik kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi sosial maupun kompetensi kepribadian.

Periode Kedua IGI 2006-2021 telah menandakan masuknya IGI ke dalam babak baru organisasi guru.

Dibawah kepemimpian Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim dan Sekjen Mampuono, IGI seperi terbang tinggi dalam peningkatan kompetensi guru dan pengembangan organisasi. Kini IGI sudah hadir di 34 Provinsi di Indonesia dengan lebih dari 400 kabupaten/kota. Tak satupun minggu sepanjang Februari 2016 hingga saat ini yang tak diisi seminar, workshop, diklat atau simposium kecuali saat Idul Fitri.Hanya dalam setahun IGI berhasil melakukan workshop dan diklat yang melibatkan 156.000 guru dengan 575 pelatih dan 17 kanal pelatihan guru.